Minggu, 18 Oktober 2020

Kapling Surga

 *PELUANG AMAL JARIYAH*


WAKAF TANAH UNTUK PEMBANGUNAN TEMPAT PENDIDIKAN


Yayasan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Gani Tirtoasri

بسم الله الحمن الر حيم

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara ; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau doa anak yang sholeh." (HR. Muslim no. 1631)

Dengan mengharap pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, kami dari Yayasan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Gani Tirtoasri berencana membeli tanah untuk membangun tempat pendidikan yang beralamat di Dsn. Bugel 02/05 Kel. Tirtomoyo Kec. Tirtomoyo Kab. Wonogiri - Jawa Tengah, dengan anggaran biaya Rp. 1,5 Miliyar.

Kami selaku panitia pembangunan Tempat Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Gani Tirtoasri mengajak Bapak / Ibu Kaum Muslimin, para muhsinin untuk berpartisipasi dalam bentuk materi maupun non materi.

✅ Yuk ambil peran !

Donasikan harta terbaik anda minimal 50 ribu, semoga bisa 500 ribu, syukur bisa 1 juta atau lebih.

📮 Salurkan wakaf terbaik anda secara langsung kepada panitia atau transfer melalui rekening :

● Bank BRI 6957-01-032603-53-4


an. Yayasan Pontren Gani Tirtoasri

📱 Info & Layanan : 085867361334 (Ibnu Mubaroq)

085733330196 (Faisal Agus)

Kami berdoa semoga amal jariyah Bapak/Ibu diterima oleh Allah SWT, dengan iringan doa jazakumullah ahsanal jaza dan semoga Bapak/Ibu diberikan kesehatan,  keselamatan dan diberikan rezqi yang barokah. Amin.🤲🤲

Atas batuan untuk di share ke Ihwan yang lain, kami ucapkan terimakasih.

Jumat, 20 September 2019

Pelajar NU Wonogiri

Pelajar NU Wonogiri gelar konfrensi ke VII untuk memperkuat pergerakan dan kaderisasi tingkat pelajar, tema yang diambil dalam konfrensi ke VII ini adalaah "Obtimalisasi Peran Pelajar NU untuk wonogiri lebih berkarakter".




































KONFERCAB PELAJAR NU WONOGIRI


KONFERCAB IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA - IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA KABUPATEN WONOGIRI MASA KHIDMAD 2017 - 2019

Konfrensi Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama & Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Wonogiri diselenggarakan di pondok pesantren Gani Tirtoasri pada tanggal 7-8 september 2019.
















Jumat, 17 Maret 2017

Mengenal IPNU - IPPNU

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) adalah organ kaderisasi NU yang keberadaannya disiapkan untuk menjadi wadah dan aktualisasi pelajar – pelajar NU. Oleh karena itu segenap gerak langkah dan “ideologi” nya berada dalam bingkai Ahl-Sunnah Wa Al-Jama’ah, atau yang kerap disebut dengan “ASWAJA”.
.
Sementara itu perubahan kembali menjadi ‘’Pelajar” pada kongres Surabaya XIV tahun 2003 dan di mantapkan pada kongres di Jakarta tahun 2006 memeiliki latar belakang futuristik, banyak kalangan terutama ditingkat Ranting atau Pimpinan Anak Cabang (PAC) keliru dalam menafsirkan arti kata pelajar.
Banyak kalangan umum menafsirkan kata pelajar adalah orang yang duduk dibangku sekolah atau yang mencari ilmu didunia formal saja..
.
Dampak perubahan dari putra ke pelajar sangat signifikan, ketika menengok ke masyarakat umum atau di tingkat Pimpinan Anak Cabang (kecamatan). Di era sekarang sangat kentara IPNU identik dengan anak pelajar, betapa tidak kepengurusan ipnu seolah – olah dikuasai atau dimonopoli oleh pelajar yang menuntut pendidikan didunia formal yang terbelenggu pada sekolah tingkatan SMP dan SMU padahal kata pelajar bisa sampai tingkat perguruan tinggi.
Akibat salah persepsi inilah IPNU sulit untuk melebarkan sayapnya dan hanya berkembang di dunia pendidikan dibawah naungan lembaga Ma’arif NU. IPNU bagaikan harimau yang kehilangan taringnya,, begitu banyak kegiatan tapi terlihat
masih masif di kalangan masyarakat umum.
Mari kita buka hati dan mata secara mendalam khususnya warga NU. Karena disinilah anak – anak bangsa diselamatkan dari arus globalisasi dan modernisasi yang merusak karakter kepribadian. Semoga sekelumit tulisan diatas menyadarkan hati bahwa IPNU adalah milik bersama, karena IPNU didirikan untuk kemaslahatan semua umat terutama kader – kader bangsa. Disinilah peran kita (masyarakat nahdliyin) yang sesungguhnya tuk meluruskan persepsi yang salah pada IPNU dimasa ini.
mari kita bersama membanngun IPNU bersama bergotongroyong lakukan kaderisasi bangun komisariat baik ditingkatan sekolah dan pesantren bahkan perguruan tinggi, hingga kita bisa buktikan kepada mereka bahwa IPNU bukanlah Organisasi kecil yang ada disekolah tapi IPNU organisasi besar yang siap berkomiten mengadakan pengkaderan ditingkat pesantren dan perguruan tinggi (repost: ipnu.or.id)